Blog Untuk Semua

Everything for Everyone

Perintah dasar Linux

Tinggalkan komentar

Berikut ini ada beberapa perintah dasar yang biasa digunakan untuk mengoperasikan dan mengadministrasi sistem berbasis Linux pada mode command-line-interface atau biasa disebut mode KONSOLE.↓↓↓↓

alias : Untuk membuat alias dan menampilkan alias yang sudah diset sebelumnya.

cp: Copy, untuk melakukan proses copy file

Syntax : cp [options] file_sumber file_tujuan

chmod: Untuk mengganti perijinan pada file atau direktori.

Syntax : chmod [options] file_atau_direktori

chown: Mengganti kepemilikan atas file atau direktori

Syntax : chown [options] username:groupname

chgrp: Untuk mengganti grup pemilik suatu file atau direktori

Syntax : chgrp [options] groupname

clear: Untuk membersihkan tampilan layar monitor

Note : untuk melakukan clear dengan cepat, Anda dapat menggunakan

kombinasi tombol CTRL + L

cat: Menampilkan isi dari suatu file

cd: Change Directory, untuk berpindah/berganti direktori.

cal: Menampilkan kalender.

date: Menampilkan informasi tanggal dan waktu saat ini.

Syntax : date

du: Menampilkan penggunaan kapasitas harddisk oleh suatu direktori.

df: Menampilkan penggunaan partisi harddisk secara keseluruhan. df –h

file:Untuk melihat tipe file.

Syntax : file nama_file

head: Secara default menampilkan 10 baris pertama pada suatu file. Jika

ingin menampilkan jumlah baris yang berbeda dapat menggunakan option -n

diikuti jumlah baris yang diinginkan.

Syntax : head [options] nama_file

history: Menampilkan perintah-perintah yang telah digunakan sebelumnya. Note:

Linux memiliki fasilitas untuk menyimpan perintah-perintah yang pernah

digunakan.

init: Untuk mengganti run level. Note: Karena penggunaan run level adalah hal

yang berpengaruh besar pada sistem, maka untuk melakukan ini harus

menggunakan SUPER-USER atau yang memiliki kemampuan sama dengan root.

Syntax : init run_level

ls: Untuk menampilkan isi dari suatu direktori.

Syntax : ls [options] nama_file_atau_direktori

less: Untuk menampilkan isi dari suatu file. Dengan perintah “less”, saat menampilkan suatu file maka file akan terbuka dan dapat di scroll-up & scroll-down. Untuk keluar dari tampilan “less” dapat dilakukan dengan menekan tombol ‘q’. Perintah less ini lebih cocok dikatakan sebagai fileviewer, karena dapat menampilkan file tetapi tidak dapat melakukan proses update/editing.

Syntax : less nama_file

Contoh : less index.html

man: Menampilkan halaman bantuan/manual (help-page) untuk perintah yang diminta. Linux memiliki kelengkapan dokumentasi yang sangat tepat untuk dijadikan referensi. Halaman bantuan/manual ini biasanya selalu disertakan pada masing-masing program/perintah dan yang bersifat sangat informatif. Untuk menampilkan halaman-halaman manual, sistem menggunakan program “less”, karena itu untuk keluar dari halaman manual dapat dilakukan dengan menekan tombol ‘q’.

mkdir: Membuat direktori

Syntax : mkdir nama_direktori

mv: Untuk memindahkan atau mengganti nama suatu file atau direktori.

Syntax : mv file_atau_direktori_sumber file_atau_direktori_tujuan

ping: Untuk melakukan test konektivitas/hubungan antara dua komputer dalam suatu jaringan (LAN).

Syntax : ping [options] ip-address

pwd: Present Working Directory, menampilkan informasi direktori aktif saat ini.

su: Untuk berganti user aktif. Jika hanya menggunakan su saja maka diasumsikan user yang dituju adalah root.

Syntax : su [options] nama_user

tail: Secara default menampilkan 10 baris terakhir pada suatu file. Jika ingin menampilkan jumlah baris yang berbeda dapat menggunakan option -n diikuti jumlah baris yang diinginkan.

Syntax : tail [options] nama_file

top: Untuk menampilkan aplikasi yang menggunakan resource CPU dan MEMORI terbesar pada sistem.

uname: Menampilkan informasi Sistem Operasi (distro, versi, nama mesin dll).

Syntax : uname [options]

vi: Teks editor vi.

Syntax : vi [nama_file]

Beberapa perintah dasar vi yang banyak digunakan adalah :

i : masuk ke mode INSERT, agar dapat melakukan pengetikan

dd : untuk menghapus sebanyak 1 baris.

dnd : untuk menghapus sebanyak N baris.

yyp : untuk meng-copy 1 baris penuh.

[ESC] : untuk keluar dari mode yang sedang aktif.

:w : untuk menyimpan file (w = write).

:q : untuk keluar dari vi (q = quit).

:wq : untuk menyimpan file dan langsung keluar dari vi (wq = write quit)

who: menampilkan informasi user yang sedang login pada sistem.

Syntax : who

whoami: Menampilkan informasi user yang digunakan.

wc: Word Count, menampilkan jumlah bytes, kata dan baris dalam suatu fil

Syntax : wc [options] nama_file

chown : Merubah user ID (owner) sebuah file atau direktori

fg : Mengembalikan suatu proses yang dihentikan sementar(suspend) agar berjalan kembali di foreground.

grep : Global regular expresion parse atau grep adalah perintah untuk mencari file-file yang mengandung teks dengan kriteria yang telah Anda tentukan.

gzip : Ini adalah software kompresi zip versi GNU, fungsinya untuk mengkompresi sebuah file. Sintaksnya sangat sederhana

halt : Perintah ini hanya bisa dijalankan oleh super user atau Anda harus login sebagai root. Perintah ini untuk memberitahu kernel supaya mematikan sistem atau shutdown

hostname : Untuk menampilkan host atau domain name sistem dan bisa pula digunakan untuk mengesset nama host sistem.

kill : Perintah ini akan mengirimkan sinyal ke sebuah proses yang kita tentukan. Tujuannya adalah menghentikan proses

less : Fungsinya seperti perintah more.

login: Untuk masuk ke sistem dengan memasukkan login ID atau dapat juga digunakan untuk berpindah dari user satu ke user lainnya.

logout : Untuk keluar dari sistem.

ls :  Menampilkan isi dari sebuah direktori seperti perintah

dir : di DOS. Anda dapat menggunakan beberapa option yang disediakan untuk mengatur tampilannya di layar. Bila Anda menjalankan perintah ini tanpa option maka akan ditampilkan seluruh file nonhidden(file tanpa awalan tanda titik) secara alfabet dan secara melebar mengisi kolom layar. Option -la artinya menampilkan seluruh file/all termasuk file hidden(file dengan awalan tanda titik) dengan format panjang.

man : Untuk menampilkan manual pageatau teks yang menjelaskan secara detail bagaimana cara penggunaan sebuah perintah. Perintah ini berguna sekali bila sewaktu-waktu Anda lupa atau tidak mengetahui fungsi dan cara menggunakan sebuah perintah.

mesg : Perintah ini digunakan oleh user untuk memberikan ijin user lain menampilkan pesan dilayar terminal. Misalnya mesg Anda dalam posisi y maka user lain bisa menampilkan pesan di layar Anda dengan

write atau talk.

$ mesg y atau mesg n

Gunakan mesg n bila Anda tidak ingin diganggu dengan tampilan pesan-pesan dari user lain.

mkdir : Membuat direktori baru, sama dengan perintah md di DOS.

more : Mempaging halaman, seperti halnya less

mount : Perintah ini akan me-mount filesystem ke suatu direktori atau mount-point yang telah ditentukan. Hanya superuser yang bisa menjalankan perintah ini. Untuk melihat filesystem apa saja beserta mount-pointnya saat itu, ketikkan perintah mount.

mv :  Untuk memindahkan file dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Bila argumen yang kedua berupa sebuah direktori maka mv akan memindahkan file ke direktori tersebut. Bila kedua argumen berupa file maka nama file pertama akan menimpa file kedua. Akan terjadi kesalahan bila Anda memasukkan lebih dari dua argumen kecuali argumen terakhir berupa sebuah direktori.

passwd: Digunakan untuk mengganti password. Anda akan selalu diminta mengisikan password lama dan selanjutnya akan diminta mengisikan password baru sebanyak dua kali. Password sedikitnya terdiri dari enam karakter dan sedikitnya mengandung sebuah karakter.

pwd : Menampilkan nama direktori dimana Anda saat itu sedang berada.

rm : Untuk menghapus file dan secara default rm tidak menghapus direktori. Gunakan secara hati-hati perintah ini terutama dengan option -r yang secara rekursif dapat mengapus seluruh file.

Syntax : rm [options] nama_file_atau_direktori

rmdir : Untuk menghapus direktori kosong.

Syntax : rmdir [options] nama_direktori

shutdown: Perintah ini untuk mematikan sistem, seperti perintahhalt. Pada beberapa sistem anda bisa menghentikan komputer dengan perintah shutdown -h now dan merestart sistem dengan perintah shutdown -r now atau dengan kombinasi tombol Ctr-Alt-Del.

su: Untuk login sementara sebagai user lain. Bila user ID tidak disertakan maka komputer menganggap Anda ingin login sementara sebagai super user atau root. Bila Anda bukan root dan user lain itu memiliki password maka Anda harus memasukkan passwordnya dengan benar. Tapi bila Anda adalah root maka Anda dapat login sebagai user lain tanpa perlu mengetahui password user tersebut.

talk: Untuk mengadakan percakapan melalui terminal. Input dari terminal Anda akan disalin di terminal user lain, begitu sebaliknya.

tar: Menyimpan dan mengekstrak file dari media seperti tape drive atau hard disk. File arsip tersebut sering disebut sebagai file tar.

umount: Adalah kebalikan dari perintahmount, yaitu untuk meng-unmount filesystem dari mount-pointnya. Setelah perintah ini dijalankan direktori yang menjadi mount-point tidak lagi bisa digunakan.

unalias: Kebalikan dari perintah alias, perintah ini akan membatalkan sebuah alias. Jadi untuk membatalkan alias dir seperti telah dicontohkan di atas, gunakan perintah:

$ unalias dir

unzip: Digunakan untuk mengekstrak atau menguraikan file yang dikompres denganzip. Sintaknya sederhana dan akan mengekstrak file yang anda tentukan:

$ unzip <namafile>

wall: Mengirimkan pesan dan menampilkannya di terminal tiap user yang sedang login. Perintah ini berguna bagi superuser atau root untuk memberikan peringatan ke seluruh user, misalnya pemberitahuan bahwa server sesaat lagi akan dimatikan.

# who Dear, everyone….. segera simpan pekerjaan kalian, server akan saya matikan 10 menit lagi.

who: Untuk menampilkan siapa saja yang sedang login. Perintah ini akan menampilkan informasi mengenai login name, jenis terminal, waktu login dan remote hostname untuk setiap user yang saat itu sedang login. Misalnya:

$ who

root ttyp0 May 22 11:44

flory ttyp2 May 22 11:59

pooh ttyp3 May 22 12:08

xhost: Perintah ini digunakan untuk memberi akses atau menghapus akses(xhost -) host atau user ke sebuah server X.

xset: Perintah ini untuk mengeset beberapa option di X Window seperti bunyi bel, kecepatan mouse, font, parameter screen saver dan sebagainya. Misalnya bunyi bel dan kecepatan mouse dapat Anda set menggunakan perintah ini:

$ xset b <volume> <frekuensi> <durasi dalam milidetik>

$ xset m <akselerasi> <threshold>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s