Blog Untuk Semua

Everything for Everyone

Perintah Dasar Rsync

Tinggalkan komentar

Rsync adalah tool untuk transfer dan sinkronisasi file atau tree (struktur direktori dan file) secara satu arah, baik transfer lokal (di sistem yang sama) maupun remote (jaringan/internet). Fungsi rsync mirip/identik dengan tool-tool ini: cp, mv, scp, FTP client. Rsync biasanya digabungkan dengan SSH sebagai metode transpor remotenya, walaupun dapat juga disetup untuk menjadi daemon sehingga tidak membutuhkan SSH. Dalam kasus-kasus tertentu rsync juga dapat digunakan menggantikan HTTP client (seperti wget)

Sintaks dasarnya

# rsync -av PATHSUMBER/ PATHTUJUAN/

Menghapus berkas di /tujuan/ yang tidak ada di /sumber/ gunakan:

# rsync -av --delete /PATHSUMBER/ /PATHTUJUAN/

Jika penghapusan hanya boleh setelah penyalinan sukses:

# rsync -av --delete --delete-after /PATHSUMBER/ /PATHTUJUAN/

Jika ada file yang tidak ingin di copy

# rsync -av --exclude 'namafile.txt' /PATHSUMBER/ /PATHTUJUAN/

Untuk transfer lokal ke lokal

# rsync -av -P PATHSUMBER PATHTUJUAN

Untuk transfer lokal ke remote melalui ssh

# rsync -e ssh -av -P -z PATHSUMBER USER@HOST:PATHTUJUAN

Untuk transfer remote ke lokal melalui ssh, cukup kebalikan perintah sebelumnya:

# rsync -e ssh -av -P -z USER@HOST:PATHSUMBER PATHTUJUAN

Opsi lainnya :

a : (archive) adalah untuk mensinkronkan segala sesuatu, termasuk file/direktori secara rekursif dan metadata (seperti tanggal, kepemilikan, permission) dan file-file spesial seperti link simbolik

v : (verbose) memperlihatkan ke layar nama-nama file yang sedang ditransfer

z : (zip) membuat rsync mengkompresi data yang ditransfer

P: selain memperlihatkan ke layar nama-nama file yang sedang ditransfer juga menampilkan progres/persentasi saat sebuah file sedang ditransfer.

–version : melihat versi rsync

Jika kita menggunakan rsync dalam skrip noninteraktif, bisa jadi output yang dihasilkan terlalu banyak.
Maka dalam kasus tersebut kita dapat menghilangkan opsi -v dan -P.

Akhiran garis miring
Keberadaan garis miring di akhir path sumber berarti menghindari pembentukan level direktori tambahan

Misal :

# rsync -av /home/user/tempatnya/ /home/userhasil/backup/

Maka file hasil akan tercopy di /home/userhasil/backup/

Tapi jika garis miring tidak ditambah diakhir skrip sumber akibatnya terjadi
pembuatan direktory.
Misal :

# rsync -av /home/user/tempatnya /home/userhasil/backup/

Maka akan terbentuk file hasil akan tercopy di /home/userhasil/backup/tempatnya
(terbentuk direktori bernama tempatnya yang berisi file file hasil sinkronisasi)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s